Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sejarah Kriya Logam  

Posted by Jogja Seni in

Sejarah kriya logam dimulai pada saat manusia belum mengnal tulisan, tepatnya pada zaman logam yang memunculkan Budaya perundagian atau budaya logam ( logam disini diartikan dengan perunggu, tembaga, kuningan, emas, perak dan besi, karena di Indonesia tidak dilewati oleh kebudayaan logam) adalah jenis kebudayaan dari masyarakat pra-sejarah yang menggunakan logam dalam pembuatan benda-benda dan seni kriya logam untuk melengkapi kebutuhan hidupnya. Meski benda kriya logam yang dibuat tidak terlalu banyak karena pada saat itu belum terdapat alat dan bahan yang banyak, tetapi hasil karya yang dibuat pada zaman logam tersebut tidak kalah bagusnya dengan seni kriya yang ada pada masa sekarang yang moderen karena seni kriya pada masa tersebut memiliki nilai artistik (seni) dan nilai sejarah yang sangat indah.    Kebudayaan ini diperkirakan mulai berkembang sekitar 500 SM. Contoh peninggalan seni kriya logam pada zaman logam yang dapat kita temui antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, topeng emas, serta bejana. 

Kemewahan Lampu Gantung Hotel Gran Melia Jakarta  

Posted by Jogja Seni in ,

 
Penambahan 2 buah lampu gantung dari kuningan mengambil konsep replika lampu gantung Hagia Sophia menambah suasana interior Hotel Gran Melia menebar pesona kemewahan. Hotel Gran Melia Jakarta sendiri berada di bawah bendera Sol Melia Hotels & Resorts, menawarkan fasilitas mewah bagi pelaku bisnis dan wisatawan. Hotel dengan 404 kamar yang berlokasi strategis di segitiga Kuningan tersebut, memberikan akses mudah ke pusat perbelanjaan, restoran, perkantoran, juga kedutaan besar. Untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun, melalui jalan bebas hambatan hanya perlu waktu 30 menit.

Emilio de Nadal, arsitek Spanyol terkemuka, adalah sosok penting di balik keindahan arsitektur hotel ini. Emilio tak hanya menampilkan keunikan karya cipta, namun mencoba menebarkan atmosfer kedamaian demi mengimbangi suasana hiruk pikuk di luar sana. Perpaduan antara nuansa Indonesia kontemporer- klasik dan desain ala Barat pada atrium hotel menyambut tamu dengan hangat. Di sekitar lobi, langit-langit yang didesain berundak dengan permainan sudut- sudutnya memberikan kemenarikan tersendiri.

Gran Melia Hotel Jakarta merupakan paduan dari eksotisme dan misteri, diwarnai oleh semangat kehangatan Asia Tenggara. Dengan struktur bangunan dramatis, menjulang di area Kuningan, memandang ke langit biru Jakarta. Terletak di jantung distrik eksklusif Jakarta pusat diplomatik dan bisnis, hotel ini berdiri tepat di sekitar  mal perbelanjaan, atraksi, dan bandara internasional Soekarno-Hatta.

Restoran Gran Melia Jakarta terkenal dengan restoran dan barnya, fasilitas acara, spa, dan akomodasi berjenjang memamerkan ekspresi baru yang mewah.

Alamat:
Jalan H.R. Rasuna Said Kav X-0
Kuningan, Jakarta 12950
Telp        : (62) 21 5268080
Fax         : (62) 21 5268181
Email      : gran.melia.jakarta@solmelia.com

Sumber : GudangArt.COM Spesialis lampu gantung hotel

Pengrajin Tembaga  

Posted by Jogja Seni in

Kerajinan tembaga atau seni tempa logam tembaga merupakan salah satu unggulan kerajinan tembaga kota Jogja yang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Islam masuk. Jadi, seni kerajinan tempa tembaga sudah lahir dan terkenal sejak jaman dulu;

Ini di buktikan dengan berbagai barang kerajinan logam berbahan baku tembaga saat itu mudah dapat ditemukan dalam bentuk barang kebutuhan sehari-hari seperti peralatan memasak dan lain sebagainya.

Sumber: Pusat industri kerajinan tembaga By.GudangArt.Com

Artwork Tembaga Klasik Nan Menarik  

Posted by Jogja Seni in ,

Aksen Artwork Kerajinan Tembaga abadi sepanjang masa itulah alasan kenapa sebagian orang memilih elemen tembaga sebagai Artwork mengisi ruangan, Ditengah derasnya arus modern minimalis gaya klasik tetap mendapatkan tempat di hati para penggemar Artwork Tembaga.

 

Lihat decorative interior lainnya...... By.GudangArt.Com

Tembaga Sebagai Penghantar Listrik Dan Panas  

Posted by Jogja Seni in

Penghantar listrik atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm².

Sedangkan penghantar tambaga keras (BCCH = Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm². Pemakaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak.

Tembaga terletak dalam keluarga yang sama seperti perak dan emas, oleh itu ia mempunyai sifat-sifat yang serupa dengan kedua logam itu, Kesemuanya mempunyai kekonduksian elektrik yang baik. Tembaga, Perak dan Emas adalah logam yang mudah tertempa.

Mengenal Seni Kriya Logam  

Posted by Jogja Seni in

Seni Kriya Logam adalah semua hasil karya manusia yang memerlukan keahlian khusus dalam mengolah logam tembaga, kuningan maupun aluminium, sehingga seni kriya logam sering juga disebut kerajinan tangan. Seni kriya logam dihasilkan melalui keahlian manusia dalam mengolah bahan mentah. Seni kriya dapat dikelompokan berdasar tujuan penciptaan atau penggunaannya menjadi kriya mempunyai fungsi : praktis, estetis, dan simbolis (religius).


Kata ‘kriya’ pada zaman dahulu kemungkinan diadop dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Jawa yang berarti kerja. Kemudian muncul kata ‘seni’ yang disepadankan dengan kata ‘art’ bahasa Inggris yang berarti hasil karya manusia yang mengandung keindahan. Pada saat ini seni kriya golongkan sebagai bagian dari seni rupa, yaitu karya seni yang dinikmati dengan indera penglihatan. Namun seni kriya membutuhkan kemampuan kecakapan teknik dan ketelatenan yang tinggi, seperti seni kriya tembaga, kuningan, aluminium, perak, emas, tenun, batik, anyam, gerabah hingga keris.